BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di
zaman globalisasi seperti sekarang terdapat bayak ilmu yag sangat berguna demi
membantu manusia menjadi lebih maju. Salah satu ilmu yang cukup penting di zama
globalisasi seperti sekarag ialah ilmu Akuntansi.
Akuntansi merupakan suatu ilmu yang di dalamnya berisi bagaimana manusia berfikir sehingga menghasilkan suatu kerangka pemikiran konseptual tentang prinsip, standar, asumsi, teknik, serta prosedur yang ada dijadikan landasan dalam pelaporan keuangan. Dalam bidang pendidikan, Akuntansi ialah suatu proses pencatatan data transaksi keuangan yang nantinya diklasifikasi, dan diringkas, lalu dibuatka sebuah laporan keuangan yang nantinya dilaporkan pada pihak yang memerlukan dan dibuatkan penafsiran dari laporan keuangan tersebut.
Akuntansi merupakan suatu ilmu yang di dalamnya berisi bagaimana manusia berfikir sehingga menghasilkan suatu kerangka pemikiran konseptual tentang prinsip, standar, asumsi, teknik, serta prosedur yang ada dijadikan landasan dalam pelaporan keuangan. Dalam bidang pendidikan, Akuntansi ialah suatu proses pencatatan data transaksi keuangan yang nantinya diklasifikasi, dan diringkas, lalu dibuatka sebuah laporan keuangan yang nantinya dilaporkan pada pihak yang memerlukan dan dibuatkan penafsiran dari laporan keuangan tersebut.
Pelaporan keuangan tersebut harus berisi informasi-informasi yang berguna dalam memantu pengambilan keputusan bagi para pemakainya. Dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari, sesungguhnya kita telah menggunakan jasa akuntansi. Ketika seorang pemilik took mencatat pembelian barang dagangannya, mencatat siapa saja yang berhutang da warungnya, memisahkan kotak antara uang yang masuk dari hasil penjualan dengan kotak uang yang dialokasikan untuk belanja kebutuhan barang dagangan di warungnya. Maka, pada dasarnya pemilik warung tadi telah menerpkan teknik akuntansi. Penerapan pengetahuan di bidang akuntansi tentu semakin luas dan kompleks jika dihadapkan pada bisnis dengan skala yang lebih besar.
Seperti
ilmu-ilmu lainya, ilmu akuntansi juga berkembang sesuai perkembangan teknologi
dan peradaban manusia. Selain itu, faktor kebutuhan juga ikut serta dalam
perkembangan akuntansi itu sendiri. Akan tetapi, baik akuntansi maupun
ilmu-ilmu lain tidak berkembang dengan sendirinya tanpa adanya hal yang cukup
berarti yang dapat mendorong akuntansi tersebut berkembang dan bertahan hingga
sekarang. Berdasarkan pada uraian-uraian di atas, maka penulis tertarik untuk
membuat sebuah paper dengan judul “Sejarah Perkembangan Ilmu
Akuntansi”.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah
pengertian Akuntansi?
2. Bagaimanakah
sejarah Akuntansi yang terjadi di Dunia?
3. Bagaimnakah
sejarah Akuntansi yang terjadi di Indonesia?
C. Tujuan
1. Untuk
mengetahui pengertian Akuntansi
2. Untuk
mengetahui sejarah Akuntansi yang terjadi di Dunia
3. Untuk
mengetahui sejarah Akuntansi yang terjadi di Indonesia
D. Manfaat
Manfaat
dari penuisan paper ini ialah:
1. Menambah
pengetahuan kita mengenai Akuntansi
2. Menjadi
acuan dalam mempelajari Akuntansi
E. Teknik Analisis
Teknik
analisis yang penulis gunakan dalam pengembangan paper ini ialah: dimana teknik
analisis ini dimulai dengan pengumpulan data-data yang selanjutnya di organisir
secara sistematis menjadi satu. Yang selanjutnya dibaca keseluruhan dan membuat
catatan pinggir mengenai data yang dianggap penting menjadi sebuah uraian.
Setelah itu uraian dikembangkan dan diberi penjelasan naratif.
BAB
II
HASIL
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Akuntansi
Akuntansi
adalah suatu proses mencatat,
mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta
kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang
yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan
serta tujuan lainnya. Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya
bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau
mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis
di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa
bisnis.
B.
Sejarah
Akuntansi Yang Terjadi Di Dunia
Menurut para ahli
ekonomi, akuntansi ada sejak manusia mengenal uang sebagai alat pembayaran yang
sah. Pencatatan keluar masuknya uang, timbulnya hutang - piutang serta
transaksi-transaksi lainnya dilakukan orang mula-mula di atas lempengan tanah
liat, yang kemudian berkembang dengan menggunakan lontar. Naskah yang
menggunakan lontar tersebut berasal dari negara Arab ( Mesir ), pada waktu itu
Mesir merupakan Koloni ( Jajahan ) Romawi. Naskah tersebut hingga sekarang
masih tersimpan dengan baik, berasal dari Babilonia pada tahun 3600 SM. Setelah
bangsa Romawi menemui kesulitan menggunakan angka-angka mereka sendiri didalam
pencatatan akuntansi, maka kemudian mereka menggunakan angka Arab ( angka
desimal ), yang pada waktu itu sudah dikenal oleh orang Mesir. Pencatatan yang lebih lengkap
dikembangkan di Italia setelah dikenal angka-angka desimal arab dan semakin
berkembangnya dunia usaha pada waktu itu.
Perkembangan akuntansi sejalan dengan perkembangan
organisasi dan kegiatan suatu usaha, karena kehadirannya memerlukan pencatatan
sehingga seluruh kegiatan akan tergambar di dalamnya. Pada abad ke-15 seorang
ahli Matematika berkebangsaan Italia Luca Paciolo telah menyusun buku tentang
akuntansi dengan judul “Tractatus de Cumputis at Scritorio” buku ini berorientasi
pada pembukuan berpasangan. Pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping)
mencatat kedua aspek transaksi sedemikian rupa yang membentuk suatu pemikiran
yang berimbang. Praktek pencatatan akuntansi dalam arti pencatatan kejadian
yang berhubungan dengan bisnis sudah dimulai sejak adanya kejadian dalam double
entry bookkeeping. Pada Tahun 1494 ia menerbitkan bukunya, Summa de
Arithmetica Geometria, Proportioni et Proportionalita yang didalamnya terdapat
dua buah bab yang menjelaskan pembukuan pencatatan berpasangan. Ia meyatakan
bahwa tujuan pembukuan adalah untuk
memberikan informasi yang tidak tertunda kepada para pemegang mengenai keadaan
aktiva dan utang-utangnya.
Debit (adebeo) dan kredit (credito)
digunakan dalam pencatatan untuk memastikan sebuah pencatatan berpasangan. Ia
berkata, “seluruh pencatatan harus berpasangan”. Yaitu jika anda membuat
seorang kreditor, maka anda harus membuat seorang debitor. Tiga buku digunakan
di sini yaitu sebuah memorandum, sebuah jurnal, dan sebuah buku besar. Pada
waktu yang bersamaan, mengingat umur yang pendek dari perusahaan-perusahaan bisnis,
Pacioli menyarankan perhitungan dari laba suatu periode dan penutupan
buku. Dibawah ini adalah saran yang diberikan, “merupakan suatu hal yang baik untuk menutup buku setiap tahun, terutama
jika anda memiliki kerja sama
kemitraan dengan pihak-pihak lain. Seringnya melakukan pencatatan akuntansi
akan memperpanjang persahabatan.
Sekitar abad ke-16 terjadi beberapa perubahan di dalam
tekik-teknik pembukuan. Perubahan yang patut dicatat adalah diperkenalkan
jurnal-jurnal khusus untuk pencatatan berbagai jenis transaksi yang
berbeda-beda. Pada abad ke-16 dan 17 terjadi evolusi pada praktik laporan
keuangan periodic. Sebagai tambahan lagi, di abad ke-17 dan abad ke-18 terjadi
evolusi dan personifikasi dari seluruh akun dan transaksi sebagai suatu usaha
untuk merasionalisasikan aturan debit dan kredit yang digunakan pada akun-akun
yang tidak pasti hubungannya dan abstrak. Penerapan sistem pencatatan berpasangan juga diperluas ke jenis-jenis
organisasi yanglain.
Abad ke-17 juga mencatat terjadinya
penggunaan akun-akun persediaan yang terpisah untuk jenis barang yang berbeda. Dimulai dengan East India Company di abad ke-17 dan selanjutnya diikuti
dengan perkembangan dari perusahaan tadi, seiring dengan revolusi industri,
akuntansi mendapatkan status yang lebih baik, yang ditunjukkan dengan
adanya kebutuhan akan akuntansi biaya, dan
kepercayaan yang diberikan kepada konsep-konsep mengenai kelangsungan,
periodisitas, dan akrual. Metode-metode
untuk pencatatan aktiva tetap mengalami evolusi pada abad ke-18. Sampai dengan
awal abad ke-19, depresiasi untuk aktiva tetap hanya diperhitungkan pada
barang dagangan yang tidak terjual. Akuntansi
biaya muncul di abad ke-19 sebagai sebuah hasil dari revolusi industri.
Pada paruh terakhir dari abad ke-19
terjadi perkembangan pada teknik-teknik akuntansi untuk pembayaran dibayar
di muka dan akrual, sebagai cara untuk memungkinkan dilakukannya perhitungan
dari laba periodik. Akhir abad ke-19 dan ke-20 terjadi perkembangan pada
laporan dana. Di abad ke-20 terjadi perkembangan pada metode-metode akuntansi
untuk isu-isukompleks, mulai dari perhitungan laba per saham, akuntansi untuk
perhitungan bisnis,akuntansi untuk inflasi, sewa jangka panjang dan pensiun,
sampai kepada masalah penting dari akuntansi sebagai produk baru dari
rekayasa keuangan (financialengineering).
Menurut pendapat Mattessich (dalam Harahap, 1997) bahwa double
entry sudah ada sejak 5000 tahun yang lalu. Sedangkan selama ini kita kenal
bahwa penemu sistem tata buku berpasangan ini maka dapat dikemukakan sebagai
berikut. Double entry accounting system telah disepakati para ahli
mula-mula diterbitkan oleh Luca Pacioli dalam bukunya yang berisi 36 bab yang
terbit pada tahun 1949 di Florence, Italia dengan judul “Summa de Arithmatica,
Geometrica, Proportioni et Proportionalita” yang berisi tentang palajaran ilmu
pasti.
Inoue (dalam Harahap, 1997) menyebutkan “Orang yang pertama-tama “menulis” (bukan
menerbitkan seperti Pacioli) tentang double entry bookkeeping system adalah
Bonedetto Cotrugli pada 1458, 36 tahun sebelum terbitnya buku Pacioli. Namun
buku Benedetto Cotrugli ini baru terbit pada tahun 1573 atau 89 tahun setelah
buku Pacioli terbit. Dengan demikian penjelasan ini maka pertentangan
sebenarnya tidak ada.”
Jika kita kaji sejarah terutama sejarah Islam, sebenarnya
pada awal pertumbuhannya sudah ada sistem akuntansi. Akan tetapi, sayangnya
literatur belum banyak menganalisis bagaimana rupa eksistensi akuntansi pada
zaman itu (± 570 Masehi). Seperti yang dikemukakan oleh Russel (dalam Rosjidi,
1999) “Sebenarnya orang-orang Italia
dalam abad ke-14 baru menerapkan sistem pembukuan berpasangan lengkap setelah
terlebih dahulu digunakan oleh saudagar-saudagar Moslem (Moslem Merchants).”
Revolusi indusrti di Inggris pada tahun 1776 juga
menimbulkan efek positif terhadap perkembangan akuntansi. Pada tahun 1845
undang-undang perusahaan yang pertama di Inggris dikeluarkan untuk mengatur
tentang organisasi dan status perusahaan. Dalam undang-undang tersebut, diatur
tentang kemungkinan perusahaan meminjam uang, mengeluarkan saham, membayar
hutang, dan dapat bertindak sebagaimana halnya perorangan. Keadaaan-keadaaan
inilah yang menimbulkan perlunya laporan baik sebagai informasi maupun sebagai
pertanggungjawaban.
Dalam artikelnya, Herbert (dalam Harahap, 1997) menjelaskan
perkembangan akuntansi sebagai berikut.
1 .
Tahun
1775 : pada tahun ini mulai diperkenalkan pembukuan baik yang single
entry maupun double entry.
2 .
Tahun
1800 : masyarakat menjadikan neraca sebagai laporan yang utama
digunakan dalam perusahaan.
3 .
Tahun
1825 : mulai dikenalkan pemeriksaaan keuangan (financial
auditing).
4 .
Tahun
1850 : laporan laba/rugi menggantikan posisi neraca sebagai laporan
yang dianggap lebih penting.
.
Tahun
1900 : di USA mulai diperkenalkan sertifikasi profesi yang
dilakukan melalui ujian yang dilaksanakan secara nasional.
6 .
Tahun
1925 : banyak perkembangan yang terjadi tahun ini, antara lain:
a.
Mulai
diperkenalkan teknik-teknik analisis biaya, akuntansi untuk perpajakan,
akuntansi pemerintahan, serta pengawasan dana pemerintah.
b.
Laporan
keuangan mulai diseragamkan.
c.
Norma
pemeriksaaan akuntan juga mulai dirumuskan; dan
d.
Sistem
akuntansi yang manual beralih ke sistem EDP dengan mulai dikenalkannya “punch
card record”.
7 .
Tahun
1950 s/d 1975 : Pada tahun ini banyak yang dapat dicatat dalam perkembangan
akuntansi, yaitu sebagai berikut.
a. Pada periode ini akunansi sudah
menggunakan computer untuk pengolahan data.
b. Sudah dilakukan Perumusan Prinsip
Akuntansi (GAAP).
c. Analisis Cost Revenue semakin
dikenal.
d. Jasa-jasa perpajakan seperti
kunsultan pajak dan perencanaan pajak mulai ditawarkan profesi akuntan.
e. Management accounting sebagai bidang
akuntan yang khusus untuk kepentingan manajemen mulai dikenal dan berkembang
cepat.
f. Muncul jasa-jasa manajemen seperti
system perencanaan dan pengawasan.
g. Perencanaan manajemen serta
management auditing mulai diperkenalkan.
8 .
Tahun
1975 : mulai periode ini akuntansi semakin berkembang dan meliputi
bidang-bidang lainnya, perkembangan itu antara lain:
a.
Timbulnya
management science yang mencakup analisis proses manajemen dan
usaha-usaha menemukan dan menyempurnakan kekurangan-kekurangannya;
b.
Sistem
informasi semakin canggih yang mencakup perkembangan model-model organisasi,
perencanaan organisasi, teori pengambilan keputusan, dan analisis cost
benefit;
c.
Metode
permintaan yang menggunakan computer dalam teori cybernetics;
d.
Total
system review
yang merupakan metode pemeriksaan efektif mulai dikenal; dan
e.
Social
accounting manjadi
isu yang membahas pencatatan setiap transaksi perusahaan yang mempengaruhi
lingkungan masyarakat.\
C. Sejarah
Akuntansi Yang Terjadi Di Indonesia
Di Indonesia, akuntansi mulai diterapkan sejak 1642, tetapi
jejak yang jelas baru ditemui pada pembukuan Amphion Society yang
berdiri di Jakarta sejak tahun 1747. Perkembangan akuntansi yang mencolok baru
muncul setelah undang-undang mangenai tanam paksa dihapuskan tahun 1870. Dengan
dihapuskannya tanam paksa, kaum pengusaha Belanda banyak bermunculan di
Indonesia untuk menanamkan modalnya. Sistem yang dianut oleh pengusaha Belanda
ini adalah seperti yang diajarkan oleh Luca Pacioli.
Pada Zaman penjajahan Belanda, perusahaan-perusahaan di
Indonesia menggunakan tata buku. Akuntansi tidak sama dengan tata buku walaupun
asalnya sama-sama dari pembukuan berpasangan. Akuntansi sangat luas ruang
lingkupnya, diantaranya teknik pembukuan. Setelah tahun 1960, akuntansi
cara Amerika (Anglo-Saxon) mulai diperkenalkan di Indonesia. Jadi, sistem
pembukuan yang dipakai di Indonesia berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke
sistem Amerika (Anglo-Saxon).
Fungsi pemeriksaan (auditing) mulai dikenalkan di
Indonesia tahun 1907, yaitu sejak seorang anggota NIVA, Van Schagen, menyusun
dan mengontrol pembukuan perusaan. Pengiriman Van Schagen ini merupakan cikal
bakal dibukanya Jawatan Akuntan Negara (GAD – Government Accountant Dients)
yang resmi didirikan pada tahun 1915. Akuntan public pertama adalah Frese &
Hogeweg, yang mendirikan kantornya di Indonesia tahun 1918.
Dalam masa pendudukan Jepang, Indonesia sangat kekurangan
tenaga di bidang akuntansi. Jabatan-jabatan pimpinan Jawatan Keuangan yang 90%
dipegang oleh bangsa belanda, menjadi kosong. Dalam masa ini, atas prakarsa Mr.
Slamet, didirikan kusus-kursus untuk mengisi kekosongan jabatab tadi dengan
tenaga-tenaga Indonesia. Pada tahun 1874, hanya ada seorang akuntan berbangsa
Indonesia, yaitu Prof. Dr. Abutari. Di Indonesia, pendidikan akuntansi mulai
dirintis dengan dibukanya jurusan akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia tahun 1952. Pembukaan ini kemudian diikuti Institut Ilmu Keuangan
(sekarang Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) tahun 1960 dan Fakultas-fakultas
Ekonomi di Universitas Padjadjaran (1961), Universitas Sumatera Utara (1964),
universitas Airlangga (1962), dan universitas Gadjah Mada (1964).
Organisasi profesi yang menghimpun para akuntan Indonesia
bediri 23 Desember 1957. Organisasi ini diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia
(IAI) dengan pendiri lima orang akuntan Indonesia.
IAI berhasil menyusun dan menerbitkan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) pada
tahun 1973, dengan maksud antara lain: menghimpun prinsip-prinsip yang lazim
berlaku di Indonesia dan sebagai prasarana bagi terbentuknya pasar uang dan
modal di Indonesia pada waktu itu, laporan keuangan dari perusahaan yang akan
go public, harus disusun atas dasar prinsip-prinsip akuntansi tersebut. Profesi akuntan mulai berkembang
dengan pesat sejak tahun 1967. Pada tahun itu juga dikeluarjannya undang-undang
modal asing yang kemudian disusul dengan undang-undang penanaman modal dalam
negeri tahun 1968 yang merupakan pendorong berkembangnya profesi akuntansi.
Setelah krisis ekonomi Indonesia tahun 1997, peran profesi akuntan diakui
semakin signifikan mengingat profesi ini memiliki peranan strategis di dalam
menciptakan iklim transparansi di Indonesia.
Berikut ialah tabel perkembangan Akuntansi di Indonesia
Perkembangan Politik dan Sosial
|
Perkembangan Ekonomi
|
Perkembangan Akuntansi
|
Era Kolonial Beanda (1959-1945)
·
Belanda
menguasai Jawa dan kepulauan lain
·
Islam
menjadi agama mayoritas
|
VOC menguasai perdagangan di Indonesia.
Keterlibatan dan aktifitas pribumi di Indonesia dibatasi dengan ketat. Etnis
China diberi hak khusus di bidang perdagangan dan transportasi air
|
Belanda menenalkan Akuntansi di
Indonesia. Regulasi Akuntansi yang pertama di keluarkan Tahun 1642 oleh
Gubernur Jendral Hindia Belanda. Regulasi tersebut mengatur administrasi kas
dan piutang
|
Era Soekarno (1945-1966)
Indonesia memperoeh kemerdekaan.
Kepemimpinan Soekarno dekat dengan kepemimpinan RRC. Tahun 1965 terjadi
kudeta oleh komunis yang berhasil digagalkan dan mendorong peran militer.
|
Dominasi perdagangan oleh Belanda
dan cina menimbulkan ketidakadilan di masyarakat. Indonesia memiih pendekatan
sosialis dalam pembangunan. 1958 seluruh perusahaan Belanda di nasionais dan
seuruh warga Belanda keluar dari Indonesia
|
Akademisi lulusan Amerika mengisi
kekosongan Akuntan dan sistem
akuntansi dan auditing Amerika di kenalkan di Indonesia.
Berdirinya Ikatan Akuntansi
Indonesia tahun1957 untuk memeberi dorongan dan pedoman Akuntansi.
|
Era Soeharto (1966-1998)
Soeharto menjadi presiden
Indonesia dengan pendekatan ekonomi dan politik yang konservatif
|
Pembangunan ekonomi di dasarkan
pada pendekatan kapitalis. Banyak Investasi asing dan di keluarkannya
Undang-Undang Penanaman Modal Asing yang mendorong berdirinya perusahaan
asing pada tahun 1967
Tahun 1997-1998 krisis keuangan
Asia yang menimpa Indonesia sehingga banyak perusahaan yang bangkrut
|
Terjadi transfer pengetahuan dan
ilmu akuntansi secara langsung dari kantor pusat perusahaan asing kepada karyawan
Indonesia dan secara tidak langsung mempengaruhi aktivitas bisnis
IAI mengadopsi seperangkat prinsip
akuntansi dan standar auditing serta professional code of conduct. Prinsip
akuntansi didasarkan pada pedoman akuntansi yang dipubikasikan AICPA tahun1965
Standar Akuntansi diadopsi tahun
1995
|
Tahun setelah 1998
Soeharto dipaksa mengundurkan diri
tahun 1998
|
Indonesia berjuang dari kesuitan
ekonomi dan stabilitas sosial
|
Regualasi diperketat untuk
memperbaiki pengungkapan informasi.
|
Adapun
bidang-bidang Akuntansi yang sekarang
ada di Indonesia
- Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Akuntansi keuangan adalah bagian
dari akuntansi
yang berkaitan dengan penyiapan laporan
keuangan untuk pihak luar, seperti pemegang
saham, kreditor,
pemasok,
serta pemerintah. Prinsip utama yang
dipakai dalam akuntansi keuangan adalah persamaan
akuntansi (Aset
= Liabilitas
+ Ekuitas).
Akuntansi keuangan berhubungan dengan masalah pencatatan transaksi
untuk suatu perusahaan atau organisasi
dan penyusunan berbagai laporan berkala dari hasil pencatatan tersebut. Laporan
ini yang disusun untuk kepentingan umum dan biasanya digunakan pemilik
perusahaan untuk menilai prestasi manajer
atau dipakai manajer sebagai pertanggungjawaban keuangan
terhadap para pemegang saham.
Hal penting dari akuntansi keuangan adalah adanya
Standar
Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan aturan-aturan yang
harus digunakan di dalam pengukuran dan penyajian laporan
keuangan untuk kepentingan eksternal.
Dengan demikian, diharapkan pemakai dan penyusun laporan keuangan dapat berkomunikasi
melalui laporan keuangan ini, sebab mereka menggunakan acuan yang sama yaitu
SAK. SAK ini mulai diterapkan di Indonesia
pada 1994, menggantikan Prinsip-prinsi Akuntansi Indonesia tahun 1984.
- Pemeriksaan Akuntan (Auditing)
Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna
evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit
dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang
disebut auditor.
Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah
diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang
telah disetujui dan diterima.
- Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Akuntansi Manajemen atau Akuntansi Manajerial adalah sistem
akuntansi yang berkaitan dengan ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi
untuk manajer atau manajemen dalam suatu organisasi dan untuk memberikan dasar
kepada manajemen untuk membuat keputusan bisnis yang akan memungkinkan manajemen
akan lebih siap dalam pengelolaan dan melakukan fungsi kontrol. Dirancang dan
dimaksukan untuk digunakan oleh pihak manajemen dalam organisasi, biasanya
rahasia dan digunakan oleh pihak manajemen dan bukan untuk laporan public, memandang ke depan bukan
sejarah. Dihitung dengan mengacu pada kebutuhan manajer, sering menggunakan sistem informasi manajemen,
bukan mengacu pada standar akuntansi keuangan.
- Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Akuntansi biaya adalah suatu bidang
akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisa
terhadap biaya-biaya
yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi
untuk menghasilkan barang
atau jasa.
Biaya didefinisikan sebagai waktu
dan sumber daya yang dibutuhkan dan
menurut konvensi diukur dengan satuan mata
uang.
Penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai. Ada 3
pendekatan dalam akuntansi biaya yaitu: biaya standar (standard costing),
biaya berdasarkan kegiatan (activity-based costing), dan biaya
berdasarkan hasil (throughput accounting).
- Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
Akuntansi perpajakan menurut
Niswonger dan Fees yang dikutip Gunadi (1997:7) dirumuskan sebagai bagian dari
akuntansi yang menekankan pada penyusunan surat pemberitahuan pajak dan
pertimbangan konsekuensi perpajaka terhadap transaksi atau kegiatan perusahaan.
Akuntansi perpajakan secara khusus menyajikan laporan keuangan dan informasi
lain kepada administrasi pajak. Tujuan utama dari laporan akuntansi pajak
adalah untuk menghitung esarnya pendapatan kena pajak.
- System Informasi Akuntansi (SIA)
Sebuah
sistem informasi
yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi.
Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara
lain mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi,
memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses
pengambilan keputusan dan melakukan kontrol secara tepat terhadap aset
organisasi.
- Anggaran (Budgeting)
Anggaran merupakan sejumlah uang
yang dihabiskan dalam periode
tertentu untuk melaksanakan suatu program.
Tidak ada satu perusahaan pun yang memiliki
anggaran yang tidak terbatas, sehingga proses penyusunan anggaran menjadi hal
penting dalam sebuah proses perencanan.
- Akuntansi Pemerintahan (Govermental Accounting)
Adalah bidang
akuntansi yang berkaitan dengan lembaga pemerintahan dan lembaga lainnya yang
tidak bertujuan untuk mencari laba, tidak ada revaluasi asset, tidak ada
penyusutan aset tetap, perbandingan anggaran terhadap realisasi dari pendapatan
dan belanja.
- Akrual Basis dan Kas Basis
Akrual basis ialah suatu
metode pencatatan dalam akuntansi, dimana dalam hal ini setiap transaksi yang
terjadi dicatat berdasarkan konsep pengakuan yang sesungguhnya.
Kas
basis adalah adalah suatu metode pencatatan dalam akuntansi, dimana dalam hal
ini setiap transaksi yang terjadi dicatat berdasarkan jumlah
nominal yang diterima
- Akuntan Internal dan Akuntan Eksternal
Akuntan Internal ialah akuntan
yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi. Tugas mereka adalah
menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan kepada pihak-pihak
eksternal, menyusun laporan keuangan kepada pemimpin perusahaan, menyusun
anggaran, penanganan masalah perpajakan dan pemeriksaan intern.
- Akuntansi Proyek (Project Accounting)
Akuntansi proyek ialah praktek
membuat laporan keuangan
yang dirancang khusus untuk melacak kemajuan keuangan proyek
, yang kemudian dapat digunakan oleh manajer untuk membantu manajemen proyek
.
BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
A.
Simpulan
Adapun simpulan yang dapat penulis paparkan dalam
paper ini ialah:
1. Akuntansi adalah suatu proses mencatat,
mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta
kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang
yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan
serta tujuan lainnya
2. Orang
yang pertama kali menerbitkan buku tentang double entry bookkeeping system adalah
Luca Pacioli pada tahun 1949 yang
akhirnya berkembang dan menjadi cikal bakal perkembangan akuntansi
selanjutnya.. Sedangkan di Indonesia, akuntansi mulai diterapkan sejak 1642,
tetapi jejak yang jelas baru ditemui pada pembukuan Amphion Society yang
berdiri di Jakarta sejak tahun 1747.
3. Akuntansi
sangat berhubungan dengan bidang-bidang lain meskipun hal itu tidak selalu
berhubungan, terutama di zaman modern ini yang pertarungan bisnis dan
perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin pesat menuntut semua kegiatan
menggunakan ilmu akuntansi meskipun terkadang tidak dilakukan persis sesuai
dengan aturan.
B.
Saran
1. Penulis
berharap agar akuntansi dikerjakan sesuai dengan aturan yang sebenarnya
2. Sejarah
akuntansi haruslah di ketahui dan di peajari sebagai dasar kita sebelum masuk
lebih dalam untuk mempelajari akuntansi
3. Pembuatan
paper ini hanya berdasarkan metode analisis data,untuk mendapatkan hasil yang
lebih akurat dapat diakukan penelitian ebih lanjut.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
2008. Sejarah perkembangan akuntansi di Indonesia. Pada http:// SEJARAH PERKEMBANGAN AKUNTANSI « La Ode Abd
Malik.htm diakses pada
tanggal 12 Oktober 2011
Memed
Sueb. 2009. Dasar Pengertian akuntasi. pada http:// index.php.html. diakses pada tanggal 12 Oktober 2011
Anonim.
2009. Teori Akuntansi. pada http://«
Accounting'sBlog.htm.
diakses pada tanggal 12 April 2011
Anonim.
2011. Akuntansi
Keuangan . pada http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi_keuangan
. diakses pada tanggal 12 Oktober 2011
Anonim.
2011. Auditing
. pada http://id.wikipedia.org/wiki/Audit .
diakses pada tanggal 12 Oktober 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar