Selasa, 10 Januari 2012

Paper Sejarah Akuntansi [Ni Luh Putu Budi Artini]


BAB I
PENDAHULUAN

     A.    Latar Belakang
Di zaman globalisasi seperti sekarang terdapat bayak ilmu yag sangat berguna demi membantu manusia menjadi lebih maju. Salah satu ilmu yang cukup penting di zama globalisasi seperti sekarag ialah ilmu Akuntansi. 
Akuntansi merupakan suatu ilmu yang di dalamnya berisi bagaimana manusia berfikir sehingga menghasilkan suatu kerangka pemikiran konseptual tentang prinsip, standar, asumsi, teknik, serta prosedur yang ada dijadikan landasan dalam pelaporan keuangan. Dalam bidang pendidikan, Akuntansi ialah suatu proses pencatatan data transaksi keuangan yang nantinya diklasifikasi, dan diringkas, lalu dibuatka sebuah laporan keuangan yang nantinya dilaporkan pada pihak yang memerlukan dan dibuatkan penafsiran dari laporan keuangan tersebut.

Pelaporan keuangan tersebut harus berisi informasi-informasi yang berguna dalam memantu pengambilan keputusan bagi para pemakainya. Dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari, sesungguhnya kita telah menggunakan jasa akuntansi. Ketika seorang pemilik took mencatat pembelian barang dagangannya, mencatat siapa saja yang berhutang da warungnya, memisahkan kotak antara uang yang masuk dari hasil penjualan dengan kotak uang yang dialokasikan untuk belanja kebutuhan barang dagangan di warungnya. Maka, pada dasarnya pemilik warung tadi telah menerpkan teknik akuntansi. Penerapan pengetahuan di bidang akuntansi tentu semakin luas dan kompleks jika dihadapkan pada bisnis dengan skala yang lebih besar.
Seperti ilmu-ilmu lainya, ilmu akuntansi juga berkembang sesuai perkembangan teknologi dan peradaban manusia. Selain itu, faktor kebutuhan juga ikut serta dalam perkembangan akuntansi itu sendiri. Akan tetapi, baik akuntansi maupun ilmu-ilmu lain tidak berkembang dengan sendirinya tanpa adanya hal yang cukup berarti yang dapat mendorong akuntansi tersebut berkembang dan bertahan hingga sekarang. Berdasarkan pada uraian-uraian di atas, maka penulis tertarik untuk membuat sebuah paper dengan judul “Sejarah Perkembangan Ilmu Akuntansi”.

     B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian Akuntansi?
2.      Bagaimanakah sejarah Akuntansi yang terjadi di Dunia?
3.      Bagaimnakah sejarah Akuntansi yang terjadi di Indonesia?
     C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian Akuntansi
2.      Untuk mengetahui sejarah Akuntansi yang terjadi di Dunia
3.      Untuk mengetahui sejarah Akuntansi yang terjadi di Indonesia
    D.    Manfaat
Manfaat dari penuisan paper ini ialah:
1.      Menambah pengetahuan kita mengenai Akuntansi
2.      Menjadi acuan dalam mempelajari Akuntansi
    E.     Teknik Analisis
Teknik analisis yang penulis gunakan dalam pengembangan paper ini ialah: dimana teknik analisis ini dimulai dengan pengumpulan data-data yang selanjutnya di organisir secara sistematis menjadi satu. Yang selanjutnya dibaca keseluruhan dan membuat catatan pinggir mengenai data yang dianggap penting menjadi sebuah uraian. Setelah itu uraian dikembangkan dan diberi penjelasan naratif.


BAB II
HASIL PEMBAHASAN

    A.    Pengertian Akuntansi
Akuntansi  adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya. Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.

    B.     Sejarah Akuntansi Yang Terjadi Di Dunia
Menurut para ahli ekonomi, akuntansi ada sejak manusia mengenal uang sebagai alat pembayaran yang sah. Pencatatan keluar masuknya uang, timbulnya hutang - piutang serta transaksi-transaksi lainnya dilakukan orang mula-mula di atas lempengan tanah liat, yang kemudian berkembang dengan menggunakan lontar. Naskah yang menggunakan lontar tersebut berasal dari negara Arab ( Mesir ), pada waktu itu Mesir merupakan Koloni ( Jajahan ) Romawi. Naskah tersebut hingga sekarang masih tersimpan dengan baik, berasal dari Babilonia pada tahun 3600 SM. Setelah bangsa Romawi menemui kesulitan menggunakan angka-angka mereka sendiri didalam pencatatan akuntansi, maka kemudian mereka menggunakan angka Arab ( angka desimal ), yang pada waktu itu sudah dikenal oleh orang Mesir. Pencatatan yang lebih lengkap dikembangkan di Italia setelah dikenal angka-angka desimal arab dan semakin berkembangnya dunia usaha pada waktu itu.
Perkembangan akuntansi sejalan dengan perkembangan organisasi dan kegiatan suatu usaha, karena kehadirannya memerlukan pencatatan sehingga seluruh kegiatan akan tergambar di dalamnya. Pada abad ke-15 seorang ahli Matematika berkebangsaan Italia Luca Paciolo telah menyusun buku tentang akuntansi dengan judul “Tractatus de Cumputis at Scritorio” buku ini berorientasi pada pembukuan berpasangan. Pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) mencatat kedua aspek transaksi sedemikian rupa yang membentuk suatu pemikiran yang berimbang. Praktek pencatatan akuntansi dalam arti pencatatan kejadian yang berhubungan dengan bisnis sudah dimulai sejak adanya kejadian dalam double entry bookkeeping. Pada Tahun 1494 ia menerbitkan bukunya, Summa de Arithmetica Geometria, Proportioni et Proportionalita yang didalamnya terdapat dua buah bab yang menjelaskan pembukuan pencatatan berpasangan. Ia meyatakan bahwa tujuan pembukuan adalah untuk memberikan informasi yang tidak tertunda kepada para pemegang mengenai keadaan aktiva dan utang-utangnya.
Debit (adebeo) dan kredit (credito) digunakan dalam pencatatan untuk memastikan sebuah pencatatan berpasangan. Ia berkata, “seluruh pencatatan harus berpasangan”. Yaitu jika anda membuat seorang kreditor, maka anda harus membuat seorang debitor. Tiga buku digunakan di sini yaitu sebuah memorandum, sebuah jurnal, dan sebuah buku besar. Pada waktu yang bersamaan, mengingat umur yang pendek dari perusahaan-perusahaan bisnis, Pacioli menyarankan perhitungan dari laba suatu periode dan  penutupan buku. Dibawah ini adalah saran yang diberikan, “merupakan suatu hal yang baik untuk menutup buku setiap tahun, terutama jika anda memiliki kerja sama kemitraan dengan pihak-pihak lain. Seringnya melakukan pencatatan akuntansi akan memperpanjang persahabatan.
Sekitar abad ke-16 terjadi beberapa perubahan di dalam tekik-teknik pembukuan. Perubahan yang patut dicatat adalah diperkenalkan jurnal-jurnal khusus untuk pencatatan berbagai jenis transaksi yang berbeda-beda. Pada abad ke-16 dan 17 terjadi evolusi pada praktik laporan keuangan periodic. Sebagai tambahan lagi, di abad ke-17 dan abad ke-18 terjadi evolusi dan personifikasi dari seluruh akun dan transaksi sebagai suatu usaha untuk merasionalisasikan aturan debit dan kredit yang digunakan pada akun-akun yang tidak  pasti hubungannya dan abstrak. Penerapan sistem pencatatan berpasangan juga diperluas ke jenis-jenis organisasi yanglain.
Abad ke-17 juga mencatat terjadinya penggunaan akun-akun persediaan yang terpisah untuk jenis barang yang berbeda. Dimulai dengan East India Company di abad ke-17 dan selanjutnya diikuti dengan perkembangan dari perusahaan tadi, seiring dengan revolusi industri, akuntansi mendapatkan status yang lebih baik, yang ditunjukkan dengan adanya kebutuhan akan akuntansi biaya, dan kepercayaan yang diberikan kepada konsep-konsep mengenai kelangsungan, periodisitas, dan akrual. Metode-metode untuk pencatatan aktiva tetap mengalami evolusi pada abad ke-18. Sampai dengan awal abad ke-19, depresiasi untuk aktiva tetap hanya diperhitungkan pada barang dagangan yang tidak terjual. Akuntansi biaya muncul di abad ke-19 sebagai sebuah hasil dari revolusi industri.
Pada paruh terakhir dari abad ke-19 terjadi perkembangan pada teknik-teknik akuntansi untuk pembayaran dibayar di muka dan akrual, sebagai cara untuk memungkinkan dilakukannya perhitungan dari laba periodik. Akhir abad ke-19 dan ke-20 terjadi perkembangan pada laporan dana. Di abad ke-20 terjadi perkembangan pada metode-metode akuntansi untuk isu-isukompleks, mulai dari perhitungan laba per saham, akuntansi untuk perhitungan bisnis,akuntansi untuk inflasi, sewa jangka panjang dan pensiun, sampai kepada masalah penting dari akuntansi sebagai produk baru dari rekayasa keuangan (financialengineering).
Menurut pendapat Mattessich (dalam Harahap, 1997) bahwa double entry sudah ada sejak 5000 tahun yang lalu. Sedangkan selama ini kita kenal bahwa penemu sistem tata buku berpasangan ini maka dapat dikemukakan sebagai berikut. Double entry accounting system telah disepakati para ahli mula-mula diterbitkan oleh Luca Pacioli dalam bukunya yang berisi 36 bab yang terbit pada tahun 1949 di Florence, Italia dengan judul “Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita” yang berisi tentang palajaran ilmu pasti.
Inoue (dalam Harahap, 1997) menyebutkan “Orang yang pertama-tama “menulis” (bukan menerbitkan seperti Pacioli) tentang double entry bookkeeping system adalah Bonedetto Cotrugli pada 1458, 36 tahun sebelum terbitnya buku Pacioli. Namun buku Benedetto Cotrugli ini baru terbit pada tahun 1573 atau 89 tahun setelah buku Pacioli terbit. Dengan demikian penjelasan ini maka pertentangan sebenarnya tidak ada.”
Jika kita kaji sejarah terutama sejarah Islam, sebenarnya pada awal pertumbuhannya sudah ada sistem akuntansi. Akan tetapi, sayangnya literatur belum banyak menganalisis bagaimana rupa eksistensi akuntansi pada zaman itu (± 570 Masehi). Seperti yang dikemukakan oleh Russel (dalam Rosjidi, 1999) “Sebenarnya orang-orang Italia dalam abad ke-14 baru menerapkan sistem pembukuan berpasangan lengkap setelah terlebih dahulu digunakan oleh saudagar-saudagar Moslem (Moslem Merchants).”
Revolusi indusrti di Inggris pada tahun 1776 juga menimbulkan efek positif terhadap perkembangan akuntansi. Pada tahun 1845 undang-undang perusahaan yang pertama di Inggris dikeluarkan untuk mengatur tentang organisasi dan status perusahaan. Dalam undang-undang tersebut, diatur tentang kemungkinan perusahaan meminjam uang, mengeluarkan saham, membayar hutang, dan dapat bertindak sebagaimana halnya perorangan. Keadaaan-keadaaan inilah yang menimbulkan perlunya laporan baik sebagai informasi maupun sebagai pertanggungjawaban.
Dalam artikelnya, Herbert (dalam Harahap, 1997) menjelaskan perkembangan akuntansi sebagai berikut.
1 .      Tahun 1775   : pada tahun ini mulai diperkenalkan pembukuan baik yang single entry maupun double entry.
2 .      Tahun 1800   : masyarakat menjadikan neraca sebagai laporan yang utama digunakan dalam perusahaan.
3 .      Tahun 1825   : mulai dikenalkan pemeriksaaan keuangan (financial auditing).
4 .      Tahun 1850   : laporan laba/rugi menggantikan posisi neraca sebagai laporan yang dianggap lebih penting.
  .      Tahun 1900   : di USA mulai diperkenalkan sertifikasi profesi yang dilakukan melalui ujian yang dilaksanakan secara nasional.
6  .      Tahun 1925   : banyak perkembangan yang terjadi tahun ini, antara lain:
a.    Mulai diperkenalkan teknik-teknik analisis biaya, akuntansi untuk perpajakan, akuntansi pemerintahan, serta pengawasan dana pemerintah.
b.    Laporan keuangan mulai diseragamkan.
c.    Norma pemeriksaaan akuntan juga mulai dirumuskan; dan
d.   Sistem akuntansi yang manual beralih ke sistem EDP dengan mulai dikenalkannya “punch card record”.
7  .      Tahun 1950 s/d 1975 : Pada tahun ini banyak yang dapat dicatat dalam perkembangan akuntansi, yaitu sebagai berikut.
a.       Pada periode ini akunansi sudah menggunakan computer untuk pengolahan data.
b.      Sudah dilakukan Perumusan Prinsip Akuntansi (GAAP).
c.       Analisis Cost Revenue semakin dikenal.
d.      Jasa-jasa perpajakan seperti kunsultan pajak dan perencanaan pajak mulai ditawarkan profesi akuntan.
e.       Management accounting sebagai bidang akuntan yang khusus untuk kepentingan manajemen mulai dikenal dan berkembang cepat.
f.       Muncul jasa-jasa manajemen seperti system perencanaan dan pengawasan.
g.      Perencanaan manajemen serta management auditing mulai diperkenalkan.
8  .      Tahun 1975   : mulai periode ini akuntansi semakin berkembang dan meliputi bidang-bidang lainnya, perkembangan itu antara lain:
a.         Timbulnya management science yang mencakup analisis proses manajemen dan usaha-usaha menemukan dan menyempurnakan kekurangan-kekurangannya;
b.         Sistem informasi semakin canggih yang mencakup perkembangan model-model organisasi, perencanaan organisasi, teori pengambilan keputusan, dan analisis cost benefit;
c.         Metode permintaan yang menggunakan computer dalam teori cybernetics;
d.        Total system review yang merupakan metode pemeriksaan efektif mulai dikenal; dan
e.         Social accounting manjadi isu yang membahas pencatatan setiap transaksi perusahaan yang mempengaruhi lingkungan masyarakat.\

   C.    Sejarah Akuntansi Yang Terjadi Di Indonesia
Di Indonesia, akuntansi mulai diterapkan sejak 1642, tetapi jejak yang jelas baru ditemui pada pembukuan Amphion Society yang berdiri di Jakarta sejak tahun 1747. Perkembangan akuntansi yang mencolok baru muncul setelah undang-undang mangenai tanam paksa dihapuskan tahun 1870. Dengan dihapuskannya tanam paksa, kaum pengusaha Belanda banyak bermunculan di Indonesia untuk menanamkan modalnya. Sistem yang dianut oleh pengusaha Belanda ini adalah seperti yang diajarkan oleh Luca Pacioli.
Pada Zaman penjajahan Belanda, perusahaan-perusahaan di Indonesia menggunakan tata buku. Akuntansi tidak sama dengan tata buku walaupun asalnya sama-sama dari pembukuan berpasangan. Akuntansi sangat luas ruang lingkupnya, diantaranya  teknik pembukuan. Setelah tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo-Saxon) mulai diperkenalkan di Indonesia. Jadi, sistem pembukuan yang dipakai di Indonesia berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem Amerika (Anglo-Saxon).
Fungsi pemeriksaan (auditing) mulai dikenalkan di Indonesia tahun 1907, yaitu sejak seorang anggota NIVA, Van Schagen, menyusun dan mengontrol pembukuan perusaan. Pengiriman Van Schagen ini merupakan cikal bakal dibukanya Jawatan Akuntan Negara (GAD – Government Accountant Dients) yang resmi didirikan pada tahun 1915. Akuntan public pertama adalah Frese & Hogeweg, yang mendirikan kantornya di Indonesia tahun 1918.
Dalam masa pendudukan Jepang, Indonesia sangat kekurangan tenaga di bidang akuntansi. Jabatan-jabatan pimpinan Jawatan Keuangan yang 90% dipegang oleh bangsa belanda, menjadi kosong. Dalam masa ini, atas prakarsa Mr. Slamet, didirikan kusus-kursus untuk mengisi kekosongan jabatab tadi dengan tenaga-tenaga Indonesia. Pada tahun 1874, hanya ada seorang akuntan berbangsa Indonesia, yaitu Prof. Dr. Abutari. Di Indonesia, pendidikan akuntansi mulai dirintis dengan dibukanya jurusan akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1952. Pembukaan ini kemudian diikuti Institut Ilmu Keuangan (sekarang Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) tahun 1960 dan Fakultas-fakultas Ekonomi di Universitas Padjadjaran (1961), Universitas Sumatera Utara (1964), universitas Airlangga (1962), dan universitas Gadjah Mada (1964).
Organisasi profesi yang menghimpun para akuntan Indonesia bediri 23 Desember 1957. Organisasi ini diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dengan pendiri lima orang akuntan Indonesia. IAI berhasil menyusun dan menerbitkan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) pada tahun 1973, dengan maksud antara lain: menghimpun prinsip-prinsip yang lazim berlaku di Indonesia dan sebagai prasarana bagi terbentuknya pasar uang dan modal di Indonesia pada waktu itu, laporan keuangan dari perusahaan yang akan go public, harus disusun atas dasar prinsip-prinsip akuntansi tersebut. Profesi akuntan mulai berkembang dengan pesat sejak tahun 1967. Pada tahun itu juga dikeluarjannya undang-undang modal asing yang kemudian disusul dengan undang-undang penanaman modal dalam negeri tahun 1968 yang merupakan pendorong berkembangnya profesi akuntansi. Setelah krisis ekonomi Indonesia tahun 1997, peran profesi akuntan diakui semakin signifikan mengingat profesi ini memiliki peranan strategis di dalam menciptakan iklim transparansi di Indonesia.
Berikut ialah tabel perkembangan Akuntansi di Indonesia
Perkembangan Politik dan Sosial
Perkembangan Ekonomi
Perkembangan Akuntansi
Era Kolonial Beanda (1959-1945)
·         Belanda menguasai Jawa dan kepulauan lain
·         Islam menjadi agama mayoritas
VOC menguasai perdagangan di Indonesia. Keterlibatan dan aktifitas pribumi di Indonesia dibatasi dengan ketat. Etnis China diberi hak khusus di bidang perdagangan dan transportasi air
Belanda menenalkan Akuntansi di Indonesia. Regulasi Akuntansi yang pertama di keluarkan Tahun 1642 oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda. Regulasi tersebut mengatur administrasi kas dan piutang
Era Soekarno (1945-1966)
Indonesia memperoeh kemerdekaan. Kepemimpinan Soekarno dekat dengan kepemimpinan RRC. Tahun 1965 terjadi kudeta oleh komunis yang berhasil digagalkan dan mendorong peran militer.
Dominasi perdagangan oleh Belanda dan cina menimbulkan ketidakadilan di masyarakat. Indonesia memiih pendekatan sosialis dalam pembangunan. 1958 seluruh perusahaan Belanda di nasionais dan seuruh warga Belanda keluar dari Indonesia
Akademisi lulusan Amerika mengisi kekosongan Akuntan  dan sistem akuntansi dan auditing Amerika di kenalkan di Indonesia.

Berdirinya Ikatan Akuntansi Indonesia tahun1957 untuk memeberi dorongan dan pedoman Akuntansi.
Era Soeharto (1966-1998)
Soeharto menjadi presiden Indonesia dengan pendekatan ekonomi dan politik yang konservatif
Pembangunan ekonomi di dasarkan pada pendekatan kapitalis. Banyak Investasi asing dan di keluarkannya Undang-Undang Penanaman Modal Asing yang mendorong berdirinya perusahaan asing pada tahun 1967

Tahun 1997-1998 krisis keuangan Asia yang menimpa Indonesia sehingga banyak perusahaan yang bangkrut
Terjadi transfer pengetahuan dan ilmu akuntansi secara langsung dari kantor pusat perusahaan asing kepada karyawan Indonesia dan secara tidak langsung mempengaruhi aktivitas bisnis

IAI mengadopsi seperangkat prinsip akuntansi dan  standar auditing serta professional code of conduct. Prinsip akuntansi didasarkan pada pedoman akuntansi yang dipubikasikan AICPA tahun1965

Standar Akuntansi diadopsi tahun 1995
Tahun setelah 1998
Soeharto dipaksa mengundurkan diri tahun 1998
Indonesia berjuang dari kesuitan ekonomi dan stabilitas sosial
Regualasi diperketat untuk memperbaiki pengungkapan informasi.
Adapun bidang-bidang Akuntansi yang sekarang ada di Indonesia
  1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Akuntansi keuangan adalah bagian dari akuntansi yang berkaitan dengan penyiapan laporan keuangan untuk pihak luar, seperti pemegang saham, kreditor, pemasok, serta pemerintah. Prinsip utama yang dipakai dalam akuntansi keuangan adalah persamaan akuntansi (Aset = Liabilitas + Ekuitas). Akuntansi keuangan berhubungan dengan masalah pencatatan transaksi untuk suatu perusahaan atau organisasi dan penyusunan berbagai laporan berkala dari hasil pencatatan tersebut. Laporan ini yang disusun untuk kepentingan umum dan biasanya digunakan pemilik perusahaan untuk menilai prestasi manajer atau dipakai manajer sebagai pertanggungjawaban keuangan terhadap para pemegang saham. Hal penting dari akuntansi keuangan adalah adanya Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan aturan-aturan yang harus digunakan di dalam pengukuran dan penyajian laporan keuangan untuk kepentingan eksternal. Dengan demikian, diharapkan pemakai dan penyusun laporan keuangan dapat berkomunikasi melalui laporan keuangan ini, sebab mereka menggunakan acuan yang sama yaitu SAK. SAK ini mulai diterapkan di Indonesia pada 1994, menggantikan Prinsip-prinsi Akuntansi Indonesia tahun 1984.
  1. Pemeriksaan Akuntan (Auditing)
Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut auditor. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah disetujui dan diterima.
  1. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Akuntansi Manajemen atau Akuntansi Manajerial adalah sistem akuntansi yang berkaitan dengan ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi untuk manajer atau manajemen dalam suatu organisasi dan untuk memberikan dasar kepada manajemen untuk membuat keputusan bisnis yang akan memungkinkan manajemen akan lebih siap dalam pengelolaan dan melakukan fungsi kontrol. Dirancang dan dimaksukan untuk digunakan oleh pihak manajemen dalam organisasi, biasanya rahasia dan digunakan oleh pihak manajemen dan bukan untuk laporan public, memandang ke depan bukan sejarah. Dihitung dengan mengacu pada kebutuhan manajer, sering menggunakan sistem informasi manajemen, bukan mengacu pada standar akuntansi keuangan.
  1. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang. Penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai. Ada 3 pendekatan dalam akuntansi biaya yaitu: biaya standar (standard costing), biaya berdasarkan kegiatan (activity-based costing), dan biaya berdasarkan hasil (throughput accounting).
  1. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
Akuntansi perpajakan menurut Niswonger dan Fees yang dikutip Gunadi (1997:7) dirumuskan sebagai bagian dari akuntansi yang menekankan pada penyusunan surat pemberitahuan pajak dan pertimbangan konsekuensi perpajaka terhadap transaksi atau kegiatan perusahaan. Akuntansi perpajakan secara khusus menyajikan laporan keuangan dan informasi lain kepada administrasi pajak. Tujuan utama dari laporan akuntansi pajak adalah untuk menghitung esarnya pendapatan kena pajak.  
  1. System Informasi Akuntansi (SIA)
Sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi, memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan dan melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
  1. Anggaran (Budgeting)
Anggaran merupakan sejumlah uang yang dihabiskan dalam periode tertentu untuk melaksanakan suatu program. Tidak ada satu perusahaan pun yang memiliki anggaran yang tidak terbatas, sehingga proses penyusunan anggaran menjadi hal penting dalam sebuah proses perencanan.
  1. Akuntansi Pemerintahan (Govermental Accounting)
Adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan lembaga pemerintahan dan lembaga lainnya yang tidak bertujuan untuk mencari laba, tidak ada revaluasi asset, tidak ada penyusutan aset tetap, perbandingan anggaran terhadap realisasi dari pendapatan dan belanja.
  1. Akrual Basis dan Kas Basis
Akrual basis ialah suatu metode pencatatan dalam akuntansi, dimana dalam hal ini setiap transaksi yang terjadi dicatat   berdasarkan konsep pengakuan yang sesungguhnya.
Kas basis adalah adalah suatu metode pencatatan dalam akuntansi, dimana dalam hal ini setiap transaksi yang terjadi dicatat   berdasarkan jumlah nominal yang diterima
  1. Akuntan Internal dan Akuntan Eksternal
Akuntan Internal ialah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi. Tugas mereka adalah menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan kepada pihak-pihak eksternal, menyusun laporan keuangan kepada pemimpin perusahaan, menyusun anggaran, penanganan masalah perpajakan dan pemeriksaan intern.
  1. Akuntansi Proyek (Project Accounting)
Akuntansi proyek ialah praktek membuat laporan keuangan yang dirancang khusus untuk melacak kemajuan keuangan proyek , yang kemudian dapat digunakan oleh manajer untuk membantu manajemen proyek .

BAB III
SIMPULAN DAN SARAN

    A.    Simpulan
Adapun  simpulan yang dapat penulis paparkan dalam paper ini ialah:
1.    Akuntansi  adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya
2.    Orang yang pertama kali menerbitkan buku tentang double entry bookkeeping system adalah Luca Pacioli pada tahun 1949  yang akhirnya berkembang dan menjadi cikal bakal perkembangan akuntansi selanjutnya.. Sedangkan di Indonesia, akuntansi mulai diterapkan sejak 1642, tetapi jejak yang jelas baru ditemui pada pembukuan Amphion Society yang berdiri di Jakarta sejak tahun 1747.
3.    Akuntansi sangat berhubungan dengan bidang-bidang lain meskipun hal itu tidak selalu berhubungan, terutama di zaman modern ini yang pertarungan bisnis dan perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin pesat menuntut semua kegiatan menggunakan ilmu akuntansi meskipun terkadang tidak dilakukan persis sesuai dengan aturan.


     B.     Saran
1.      Penulis berharap agar akuntansi dikerjakan sesuai dengan aturan yang sebenarnya
2.      Sejarah akuntansi haruslah di ketahui dan di peajari sebagai dasar kita sebelum masuk lebih dalam untuk mempelajari akuntansi
3.      Pembuatan paper ini hanya berdasarkan metode analisis data,untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dapat diakukan penelitian ebih lanjut.



DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008. Sejarah perkembangan akuntansi di Indonesia. Pada http:// SEJARAH PERKEMBANGAN AKUNTANSI « La Ode Abd Malik.htm  diakses pada tanggal 12 Oktober 2011
Memed Sueb. 2009. Dasar Pengertian akuntasi. pada http:// index.php.html. diakses pada tanggal 12 Oktober 2011
Anonim. 2009. Teori Akuntansi. pada http://« Accounting'sBlog.htm. diakses pada tanggal 12 April 2011
Anonim. 2011. Akuntansi Keuangan . pada http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi_keuangan . diakses pada tanggal 12 Oktober 2011
Anonim. 2011. Auditing . pada http://id.wikipedia.org/wiki/Audit  . diakses pada tanggal 12 Oktober 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar